Sejarah Audit
Menurut catatan seorang ahli sejarah
akuntansi, dikatakan bahwa : “ Asal usul auditing dimulai lebih awal
dibandingkan dengan asal usul akuntansi. Ketika kemajuan peradaban
membawa pada kebutuhan akan adanya orang yang dalam batas tertentu
dipercaya untuk mengelola harta milik orang lain, maka dipandang patut
untuk melakukan pengecekan atas kesetiaan orang tersebut, sehingga
semuanya akan menjadi jelas”.
Dikatakan bahwa penguasa Mesir purba
melakukan pemeriksaan independent dan atas catatan penerimaan pajak,
orang-orang Yunani kuno melakukan pemeriksaan atas rekening pejabat
public, sedangkan orang Romawi membandingkan antara pengeluaran dengan
otorisasi pembayaran, sementara para bangsawan penghuni puri di Inggris
menunjuk auditor untuk melakukan review atas catatan akuntansi dan laporan yang disiapkan oleh para pelayan mereka.
Awal audit terhadap perusahaan dapat
dikaitkan dengan perundang-undangan Inggris selama revolusi industri
pada pertengahan tahun 1800-an. Kemajuan teknologi transportasi dan
industri telah menimbulkan skala ekonomi dan perusahaan yang lebih
besar, munculnya manajer professional, serta pertumbuhan kepemilikan
perusahaan oleh banyak orang. Awalnya audit perusahaan
harus dilakukan oleh satu atau lebih pemegang saham yang bukan merupakan
pejabat perusahaan, mereka yang ditunjuk oleh pemegang saham
lainnya sebagai perwakilan pemegang saham. Profesi akuntansi segera
bangkit untuk memenuhi kebutuhan pasar serta
perundang-undangan yang segera direvisi, sehingga memungkinkan orang
yang bukan pemegang saham dapat melakukan audit. Hal ini mendorong
munculnya berbagai formasi kantor-kantor audit.
Pengaruh Inggris juga turut bermigrasi
ke Amerika Serikat pada akhir tahun 1800-an ketika para investor Inggris
dan Skotlandia mengirimkan para Auditornya sendiri untuk memeriksa
kondisi perusahaan-perusahaan Amerika, tempat mereka telah berinvestasi
dalam jumlah yang sangat besar. Secara khusus mereka melakukan investasi
dalam saham pabrik pembuatan bir dan perkeretaapian. Focus
awal audit mula-mula adalah untuk menemukan penyimpangan dalam akun
neraca serta menangkal pertumbuhan kecurangan yang berkaitan dengan
meningkatnya fenomena manajer professional serta pemilik saham yang
pasif.
Audit ada terutama sebagai metode untuk
mempertahankan akuntansi pemerintah, dan pencatatan adalah andalannya.
Itu tidak sampai datangnya Revolusi Industri, 1750-1850, audit yang
mulai evolusi menjadi bidang deteksi penipuan dan pertanggungjawaban
keuangan. Bisnis diperluas selama periode ini, sehingga posisi pekerjaan
yang meningkat antara pemilik kepada pelanggan. Manajemen dipekerjakan
untuk mengoperasikan bisnis di absen pemilik, dan pemilik menemukan
kebutuhan yang meningkat untuk memantau kegiatan keuangan mereka, baik
untuk akurasi dan untuk pencegahan penipuan.
Awal abad 20, praktek pelaporan
auditor, yang melibatkan menyampaikan laporan tentang tugas dan temuan,
adalah standar sebagai “Laporan Auditor Independen. Peningkatan
permintaan auditor mengarah pada pengembangan proses pengujian. Auditor
mengembangkan cara strategis untuk memilih kasus penting sebagai wakil
kinerja perusahaan secara keseluruhan. Ini merupakan alternatif memeriksa setiap kasus secara rinci, dan itu membutuhkan waktu yang
relatif singkat.
Standar audit berbeda antara Amerika dan
Inggris. Audit Amerika terus berkembang jauh bukan semata-mata metode
untuk mendeteksi kesalahan dan penipuan, sementara Inggris
sebagai fungsi utamanya. Sekarang, baik di Amerika dan Inggris, audit
adalah cara standar menyediakan pemantauan integritas keuangan bisnis.
Praktek pelaporan yang wajar digunakan untuk menganalisis laporan
keuangan mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar